Teknik-Teknik dalam Sport Massage



Dalam sport massage atau pijat olahraga, terdapat beberapa teknik utama (manipulasi) yang digunakan untuk mencapai efek fisiologis dan terapeutik pada otot. Setiap teknik memiliki fungsi dan tujuan yang berbeda, tergantung pada kondisi tubuh atlet dan waktu penerapannya (sebelum, saat, atau setelah latihan).

1. Effleurage (Usapan)

Effleurage adalah teknik mengusap atau meluncurkan tangan secara lembut di atas kulit dengan arah mengikuti aliran darah menuju jantung. Gerakan ini biasanya dilakukan pada awal dan akhir pijatan untuk memanaskan jaringan otot, melancarkan sirkulasi darah, dan menenangkan sistem sarana.

Menurut Higgins dan Kaminski (1998), effleurage berfungsi untuk meningkatkan sirkulasi vena dan limfatik serta membantu pengeluaran zat sisa metabolisme seperti asam laktat dari otot.

2. Petrissage (Remasan)

Petrissage merupakan teknik meremas, menekan, atau menggulung jaringan otot  dengan menggunakan telapak tangan atau jari. Tujuannya untuk mengendurkan otot yang tegang, memperbaiki elastisitas jaringan, dan meningkatkan aliran darah ke otot dalam.

Menurut Callaghan (1993), petrissage dapat mempercepat proses pemulihan jaringan yang rusak karena meningkatkan suplai oksigen dan nutrisi ke area otot yang kelelahan.

3. Friction (Gesekan)

Friction adalah teknik menggosok otot secara mendalam dan terarah dengan gerakan kecil namun kua. Biasanya digunakan pada titik-titik otot yang mengalami kekakuan atau nyeri lokal (trigger point ).

Menurut Bovee (1999), teknik friction membantu mengurai jaringan parut, memperbaiki mobilitas jaringan lunak, serta mencegah terjadinya kekakuan sendi dan otot.

4. Tapotement (Pukulan Ringan / Tepukan Cepat)

Teknik ini dilakukan dengan cara menepuk, memukul ringan, atau mengetuk otot menggunakan sisi tangan, ujung jari, atau kepalan lembut.

Fungsinya adalah untukmerangsang otot, meningkatkan aliran darah, dan membangkitkan energi tubuh. Tapotement biasanya dilakukan sebelum pertandingan agar otot lebih siap digunakan.

Menurut Warrington dan Scurr (2010), teknik tapotement juga dapat meningkatkan kesiapan mental atlet dengan merangsang sistem saraf pusat.

5. Vibration (Getaran)

Vibration adalah teknik memberikan getaran ritmis dengan menggunakan telapak tangan atau ujung jar pada bagian tubuh tertentu.

Tujuannya untuk mengurangi ketegangan otot, meningkatkan relaksasi, dan membantu proses pendinginan setelah aktivitas berat.**

Menurut **Mardiana (2018)**, teknik ini sangat efektif dalam mengendurkan otot yang tegang setelah latihan intensif.


#### 🔹 6. **Shaking (Goyangan)**


Shaking dilakukan dengan **menggoyangkan bagian tubuh atau anggota gerak secara perlahan dan terkontrol.**

Teknik ini membantu **melonggarkan sendi, mengurangi kekakuan otot, dan meningkatkan kelenturan tubuh.** Biasanya digunakan saat pendinginan (*cooling down*).


---


### 💬 **Kesimpulan*


> Jadi, teknik-teknik dalam sport massage meliputi effleurage, petrissage, friction, tapotement, vibration, dan shaking. Setiap teknik memiliki peran penting dalam menjaga kondisi otot, memperlancar sirkulasi darah, mempercepat pemulihan, serta mempersiapkan tubuh atlet agar tetap prima sebelum dan sesudah beraktivitas fisik.


---


Kau mau aku buatkan **gambar infografis berisi semua teknik sport massage** biar bisa kau tempel di tugas atau presentasimu juga, bujang?


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cidera lutut (ACL) Ronaldo Nazario

SPORT MASSAGE(SEJARAH)

SPORT MASSAGE(manipulasi)